Di lain pihak, Founder Monday Media Group Muhammad Muchlas Rowi yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut menuturkan, interaksi antara Bung Karno dengan Muhammadiyah sejatinya telah berlangsung sejak lama. Tepatnya kala mengenyam pendidikan di Surabaya, dimana kala itu dia tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto.
Saat itu, Tokoh Muhammadiyah kerap berkunjung ke rumah Tjokroaminoto dan mengajar disana. Bung Karno ketika itu merupakan salah satu muridnya, dalam mendalami ajaran Islam.
“Peran Tjokroaminoto dan Ahmad Dalam sangat penting dalam sejarah Bung Karno. Bung Karno belajar tentang sosialisme Islam dari Tjokroaminoto dan pembaruan serta pentingnya ijtihad dari Ahmad Dahlan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedekatan dengan Muhammadiyah ini pun berlanjut, kala Bung Karno diasingkan di Bengkulu. Saat itu, dia terlibat aktif dalam organisasi Muhammadiyah sampai akhirnya menikahi putri tokoh Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din.
“Dia Ibu Fatmawai, perempuan di balik bendera merah putih. Nafas dan gerak Bung Karno pun sejak itu tidak lepas dari hal-hal yang diajarkan Muhammadiyah,” tandasnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2


















