Kegiatan Beta-JR berlangsung dari 19 hingga 23 November 2024. Selama lima hari, para peserta menjalani peran sebagai relawan yang aktif berkontribusi dalam berbagai agenda, seperti:
•Sosialisasi keselamatan berkendara,
•Literasi pajak kendaraan,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
•Pendidikan lalu lintas di sekolah,
•Kampanye pencegahan stunting,
•Pembinaan potensi pariwisata,
•Pentas budaya, serta
•Upaya konservasi lingkungan.
Untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, para peserta tinggal di rumah warga setempat. Hal ini memungkinkan mereka berinteraksi langsung dan memahami lebih dalam kebutuhan serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa.
Dampak Berkelanjutan
Selama kegiatan, peserta juga melakukan observasi untuk mengidentifikasi isu-isu utama yang dihadapi masyarakat. Hasil dari observasi ini akan menjadi dasar penyusunan solusi jangka panjang. Relawan Beta-JR akan kembali ke Desa Karangrejek untuk melaksanakan program lanjutan, memastikan kegiatan ini berdampak nyata dan berkelanjutan.
Dukuh Karangrejek dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi besar di bidang budaya, ekonomi, pertanian, dan sumber daya manusia yang perlu dikembangkan. Namun, desa dengan 6.268 jiwa ini juga menghadapi tantangan besar, seperti tingginya angka kecelakaan lalu lintas (urutan kedua di Provinsi DIY), prevalensi stunting, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara.
Melalui kehadiran Beta-JR, diharapkan Desa Karangrejek dapat berkembang secara sosial dan ekonomi, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkeselamatan bagi seluruh warganya.
Editor : Shireni
Sumber Berita : Humas Jasa Raharja
Halaman : 1 2


















