“BPOM terus berperan aktif dalam memastikan standar mutu dan keamanan produk farmasi di Indonesia, termasuk dalam mendukung pengembangan industri radiofarmaka yang inovatif. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara BPOM dan Bio Farma dalam mewujudkan kemandirian bangsa di bidang kesehatan,” kata Taruna.
Taruna juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat terus berjalan dalam rangka menjaga dan meningkatkan ketahanan kesehatan dalam negeri.
Saat ini, Bio Farma memiliki fasilitas produksi radiofarmaka yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Dengan kemampuan memproduksi radiofarmaka secara lokal, fasilitas ini membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi diagnostik dan terapi kanker. Pendirian fasilitas ini merupakan upaya strategis untuk membangun kemandirian dalam layanan kesehatan, khususnya di bidang pengobatan kanker, guna mengatasi beban biaya kanker yang terus meningkat di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menimbulkan beban kesehatan dan ekonomi yang besar. Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) menunjukkan bahwa pada tahun 2022, Indonesia mengalami lebih dari 408.661 kasus kanker baru dengan 242.099 kematian, terutama disebabkan oleh kanker payudara, leher rahim, paru-paru, dan kolorektal. Tanpa adanya intervensi, jumlah kasus kanker di Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 63% antara tahun 2025 hingga 2040. Oleh karena itu, pemerintah menyusun Rencana Kanker Nasional 2024-2034 untuk mengatasi tantangan ini.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2


















