Pengembangan Bio-RV berawal dari kandidat vaksin RV3-BB berbasis strain rotavirus neonatal yang dikembangkan oleh MCRI. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang melalui penelitian klinis dan pengembangan lebih lanjut untuk mempersiapkan produksi Bio-RV di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rotavirus pada manusia pertama kali diidentifikasi pada 1973 oleh Profesor Ruth Bishop dari MCRI bersama Profesor Ian Holmes dari University of Melbourne. Tidak lama setelah itu, Profesor Bishop dan Profesor Barnes dari MCRI menjalin kolaborasi dengan Profesor Yati Soenarto dari Universitas Gadjah Mada, yang menjadi orang pertama yang mengonfirmasi bahwa rotavirus merupakan penyebab tersering kematian akibat diare dan rawat inap pada anak di Indonesia. Pada 1982, Profesor Bishop mengidentifikasi RV3, suatu strain rotavirus unik yang menginfeksi bayi baru lahir tanpa menyebabkan penyakit dan diketahui memberikan perlindungan terhadap diare berat akibat rotavirus pada kemudian hari.
Berangkat dari penemuan tersebut, Profesor Julie Bines dari MCRI memimpin pengembangan RV3-BB sebagai vaksin oral hidup untuk pemberian neonatal, mulai dari pengembangan strain alami yang menjanjikan hingga tahap pengembangan klinis di Australia, Selandia Baru, dan Indonesia. Pengembangan tersebut menjadi landasan bagi vaksin Bio-RV milik Bio Farma. Kolaborasi erat selama 50 tahun antara tim UGM dan MCRI berperan penting dalam pengembangan klinis vaksin RV3-BB yang berasal dari MCRI serta Bio-RV milik Bio Farma. Pengembangan vaksin RV3-BB oleh MCRI dimungkinkan melalui dukungan pendanaan dari Gates Foundation dan Australian National Health and Medical Research Council. MCRI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Australia terhadap kesehatan global melalui Department of Foreign Affairs and Trade.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















