Solusi jika PMK merebak di Populasi Rentan

- Publisher

Jumat, 25 November 2022 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan biasa disebabkan virus Picornaviridae dan genus Aphthoviris.

Melansir Wikipedia, virus yang memiliki asam nukleat itu berupa RNA rantai tunggal dan terdiri atas tujuh serotipe, yaitu A, O, C, Asia1, SAT1 (Southern African Territories 1), SAT2, dan SAT3.

Masing masing serotipe itu berbeda secara imun dan tidak memberikan perlindungan silang, sehingga hewan yang kenal terhadap salah satu serotipe tidak kebal terhadap infeksi serotipe lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada populasi yang rentan, tingkat penyebaran PMK bisa 100 persen. Adapun sumber virus yang menyerang hewan tersebut yakni sekresi dan ekspresi dari hewan yang terinfeksi baik dalam masa inkubasi maupun yang telah menunjukkan tanda klinis.

Partikel virus yang dihembuskan hewan terinfeksi bisa berupa air liur, air susu, urine, tinja, semen, cairan dari vesokel hingga cairan amnion dari janin domba yang teraborsi.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jabar hadiri HUT ke-67 Lantas Bhayangkara

Pada saat vesikel robek dan saat kemunculan tanda-tanda klinis, virus yang disebarkan ke lingkungan bisa dalam jumlah besar

Setelah dikeluarkan dari tubuh hewan, virus bisa menempel ke berbagai benda, termasuk manusia dan terbawa ke mana-mana.

Sepertihalnya melalui air dan udara yang bisa menyebarkan virus ke lokasi lain.

Risiko rendah dan tingginya penularan PMK bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terpapar produk hewan terinfeksi hingga benda-benda yang terkontaminasi virus dan terbawa angin.

Virus penyebab PMK bisa masuk ke dalam tubuh hewan melalui pernapasan, pencernaan, atau melalui kulit yang terluka.

Masuknya virus ini terjadi saat hewan kontak langsung dengan hewan lainnya yang terinfeksi atau dengan benda-benda terkontaminasi.

Penyebaran virus melalui saluran pernapasan tidak memerlukan banyak partikel, berbeda dengan penyebaran melalui oral.

Baca Juga :  Samsat Outlet Tritan Point Kota Bandung Pindah Lokasi, Tetap di Area Ruko Tritan Point

Kendati manusia bisa membawa partikel virus dal saluran pernapasan selam 24-48 jam, namun PMK tidak menular ke manusia.

Anggota DPRD Jabar Fraksi Golkar Ahmad Hidayat menilai, penanganan PMK di Jabar sudah pada jalurnya.

Penyebaran PMK di Jabar bisa terkendali, karena DKPP Jabar menerapkan penangana virus tersebut dari hulu hingga ke hilir, sehingga semua terawasi.

Menurut dia, kondisi ini bisa terus terpelihara jika penanganan yang dilakukan konsisten.

“Harus ada kerja sama antara Pemprov Jabar dan kabupaten/kota, termasuk perilaku disiplin dari peternak agar PMK bisa dihentikan,” kata Ahmad di Bandung, Minggu (18/9/2022).

Tidak hanya itu, komitmen pimpinan pun sangat penting guna terbebas dari penyebaran virus PMK. Dia berharap kolaborasi bisa terus dilakukan.

“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat, perlu kolaborasi yang apik untuk mengatasi PMK,” kata dia.

Berita Terkait

Bio-RV, Vaksin Rotavirus Neonatal Kolaborasi Bio Farma dan MCRI, Peroleh Izin Edar BPOM RI
Wagub Erwan Canangkan Wakaf Digital, Cocok dengan Kebiasaan Generasi Muda
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers
KAI Commuter Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Commuter Line Walahar dan Jatiluhur Dengan Operasikan Hall Baru Stasiun Cikampek
KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan Pada Libur Akhir Pekan Dan Tahun Baru Islam 1448 H
Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang
KAI Daop 2 Bandung Jalin Silaturahmi Bersama Komunitas Railfans, Perkuat Kolaborasi
Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA
Tag :