“Festival ini juga bukan sekadar ajang perlombaan bagi anak-anak kita jenjang SD dan SMP, melainkan peluang untuk mengasah keterampilan berbahasa, kreativitas, dan daya imajinasi. Saya yakin setiap peserta telah menunjukkan kesungguhannya dan kerja keras yang luar biasa dalam mempersiapkan diri untuk tampil hari ini,” imbuh Bey lebih lanjut.
Dewan juri yang menilai lomba-lomba dalam FTBI ini merupakan para praktisi dan akademisi dari Lembaga Basa jeung Sastra Sunda, Yayasan Kebudayaan Rancage, Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda, Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia, Padepokan Bumi Ageung Tasikmalaya, Dewan Kesenian Kabupaten Bandung, Studio Titik Dua Ciamis, Celah-Celah Langit, dan Sanggar Sastra Purwakarta.
Selain itu, acara pembukaan FTBI di Provinsi Jawa Barat ini dimeriahkan oleh pertunjukan dari Saung Angklung Udjo, dan Yayasan Cangkurileung Mang Koko.
“Bahasa daerah adalah salah satu dari wujud kebinekaan bangsa Indonesia. Mari kita lestarikan bahasa daerah dengan cara mengembangkannya agar tetap adaptif terhadap perkembangan zaman dan terus menjadi ciri dari keindonesiaan kita. Mari, kita terus menggelorakan bahasa Sunda yang sarat dengan nilai-nilai luhur melalui Festival Tunas Bahasa Ibu,” tutup Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana



















