Polda Jabar Lakukan Olah TKP Ulang Kasus Rudapaksa di RSHS, Temukan Obat Bius dan Bukti Tambahan

- Publisher

Jumat, 11 April 2025 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan menggelar olah TKP ulang terkait kasus dugaan rudapaksa oknum dokter residen spesialis anastesi Unpad  di RSHS Bandung, Jumat (11/4).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan menggelar olah TKP ulang terkait kasus dugaan rudapaksa oknum dokter residen spesialis anastesi Unpad di RSHS Bandung, Jumat (11/4).

BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat bersama tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh di Gedung Ibu dan Anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jumat (11/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan rudapaksa yang melibatkan seorang dokter residen spesialis anestesi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Priguna Anugerah Pratama (P.A.P).

Dalam olah TKP ulang tersebut, tim penyidik melakukan pemeriksaan mendalam di sejumlah titik, termasuk ruang perawatan di lantai tujuh, tepatnya di ruang Samur. Di ruangan tersebut, ditemukan beberapa jenis obat bius yang diduga digunakan oleh tersangka terhadap tiga korban.

“Tadi kami melakukan olah TKP ulang, dilakukan swab di beberapa titik, seperti tempat tidur dan sebagainya. Untuk hasilnya, kami masih menunggu analisa dari laboratorium, karena kemungkinan ada hal-hal yang belum ditemukan pada olah TKP sebelumnya,” ujar Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan.

Menurut Surawan, proses pemeriksaan kali ini dilakukan dengan metode yang lebih teliti, termasuk swab di ruangan yang belum digunakan. Ruangan tersebut merupakan fasilitas baru yang dalam kondisi tidak terkunci, sehingga memungkinkan tersangka untuk mengaksesnya secara bebas.

“Ruangan tersebut juga sudah diswab dengan metode tertentu, untuk mendapatkan bukti tambahan. Jumlah alat bukti cukup banyak, terutama dari obat-obatan yang sebelumnya sudah ditemukan,” katanya.

Surawan juga menegaskan bahwa tersangka bertindak secara pribadi dan bukan bagian dari tim medis resmi yang menangani pasien. Ia memanfaatkan akses pribadi ke ruang perawatan dalam menjalankan aksinya. “Tersangka diketahui melakukan tindakan secara pribadi, bukan sebagai bagian dari tim medis. Ia bertindak sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Bey Machmudin Hormati Proses Hukum Terkait Penetapan Tersangka Sopir Bus Kecelakaan Subang

Proses olah TKP ini turut didampingi oleh tim dari Pusdokkes dan Puslabfor Polri. Pihak kepolisian juga menyebutkan adanya penambahan jumlah korban dan saat ini pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan untuk memperkuat pembuktian.

“Terkait kemungkinan unsur kelalaian dari pihak rumah sakit, hal itu masih didalami lebih lanjut dan akan dianalisis apakah masuk ke ranah pidana atau tidak,” tambah Surawan.

Kasus ini mencuat setelah korban melaporkan dugaan rudapaksa saat dalam perawatan medis di RSHS. Priguna Anugerah Pratama yang merupakan residen di bawah program kemitraan antara Unpad dan RSHS, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polda Jawa Barat memastikan akan mengusut kasus ini hingga tuntas secara transparan dan akuntabel. Sementara itu, pihak rumah sakit dan Universitas Padjadjaran telah menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan.

Penulis : Adi

Editor : Shireni

Berita Terkait

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H
PTDI dan PT NTP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Cisarua
Bio Farma Sediakan 11 Bus Gratis “Mudik Aman Berbagi Harapan 2026”
Awal Tahun 2026 yang Semarak: KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Layani 1 Juta Pengguna Selama Nataru
Antusiasme Warga Bandung Tinggi, KAI Commuter Tembus 75 Ribu Pengguna Jelang Pergantian Tahun 2026
Nikmati Akhir Pekan Terakhir 2025, Stasiun Bandung Jadi Pilihan Utama Wisatawan dan Pemburu Oleh-oleh
Semarak Natal 2025: KAI Commuter Bandung Layani 59.675 Ribu Pengguna, Pastikan Perjalanan Aman dan Khidmat

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:07 WIB

KAI Commuter Sukses Angkut 1,3 Juta Pengguna di Area 2 Bandung Selama Periode Lebaran Tahun 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:18 WIB

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00 WIB

Tembus 840 Ribu Pengguna, Commuter  Line Area 2 Bandung Catat Kenaikan Seiring Kembalinya Aktivitas Pekerja

Senin, 23 Maret 2026 - 11:32 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:47 WIB

KAI Commuter Area 2 Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna Selama Angkutan Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:57 WIB

Jelang Hari Raya Idul Fitri, KAI Commuter Area 2 Bandung Siap Sambut Puncak Mobilitas Penumpang

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:41 WIB

Masa Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Bandung Jadi Stasiun Keberangkatan Dengan Volume Pemudik Lokal Terbanyak

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:14 WIB

PTDI Gelar Ramadan Berbagi, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

Berita Terbaru

Berita Ekonomi

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Kamis, 26 Mar 2026 - 17:18 WIB