Yaitu: Dalam kondisi umum, maka pelaku gosip harus menyebutkan secara detail gosipnya dan dengan siapa ia menggosipkannya. Dalam kondisi khusus bila pengakuan gosip secara detail justru menimbulkan bahaya pada diri pelaku gosip atau orang lain, menambah marah orang yang digosip, dan menimbulkan fitnah-fitnah lainnya, maka pengakuan gosip secara detail justru tidak boleh dilakukan.
Dalam kondisi khusus orang yang digosip telah meninggal atau pergi dalam waktu yang sangat lama dan tidak mampu berkomunikasi, maka pelaku gosip hendaknya memintakan ampunan kepada Allah swt untuk orang yang digosip. Harapannya hal itu dapat menjadi kebaikan darinya yang sebanding dengan keburukan gosipnya dan dapat menjadi sebab dimaafkan oleh yang digosip.
Dalam kondisi khusus berita gosip belum sampai kepada orang yang digosip, maka cukup memohon ampunan kepada Allah atau istighfar dan menyesal dengan sebenar-benarnya. Dalam kondisi khusus orang yang digosip tidak mau memaafkannya kecuali dengan menyerahkan sejumlah harta, maka bagi orang yang menggosip boleh menyerahkan harta kepadanya dalam rangka berusaha agar terbebas dari tanggungan dosanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inilah 5 cara tobat dari menggosip orang. Tobat dari menggosip orang sangat penting dilakukan seketika atau sesudah melakukannya sesegera mungkin. Apalagi di bulan Ramadhan. Bila terlanjur menggosip orang lain, maka harus segera tobat secara benar, agar puasa kita tetap diterima oleh Allah dan berpahala. Andaikan nekat tidak mau tobat, maka puasa yang dilakukan tidak akan diterima dan tidak akan mendatangkan pahala. Wallahu a’lam.


















