“Secara umum tidak ada kendala selama lima tahun program desa wisata ini berjalan. Bahkan banyak didukung oleh stakeholder lain. Namun di lapangan, terdapat banyak tantangan dalam hal pengelolaannya. Keterbatasan pengetahuan juga menjadi kendala. Yang tidak terpikirkan oleh mereka, kita coba masuk kesana. Memberi semacam gambaran dan kita dorong berinovasi,” ucapnya.
Benny menambahkan, sejak program ini berjalan pada 2018 silam hingga sekarang. Total sekitar Rp4,7 miliar telah dikucurkan Pemprov Jabar melalui Disparbud. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan 18 desa wisata, yang termaktub dalam RPJMD.
“Dengan adanya program Desa Wisata Jawa Barat Juara dan Sejahtera (Dewi Jawara Award) pada 2022, ada 18 desa wisata yang berhasil dikembangkan dengan kategori pengelolaan desa wisata ekonomi kreatif dan digitalisasi,” sambungnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Pemprov Jabar juga mendorong dengan melakukan pelatihan, bimbingan teknis dalam meningkatkan kapasitas SDM, fasilitasi kegiatan, penyediaan sarana dan prasarana serta membantu mempromosikan desa wisata melalui pelbagai platform. Tidak hanya itu, keterlibatan sejumlah asosiasi pariwisata juga turut dilakukan, termasuk mengadakan agenda Smiling West Java Ambassador untuk membantu publikasi potensi pariwisata di Jawa Barat.
“Kita optimalkan penggunaan sosial media, supaya bisa diketahui oleh masyarakat, baik domestik maupun internasional. Skema kerjasama dengan stakeholder lain seperti dengan Asita juga kita lakukan, dibantu dengan program Smiling West Java (SWJ),” jelasnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















