Wabup Sumedang Ingatkan Masyarakat Agar Teliti Pilih Lembaga Peminjaman Uang

- Publisher

Selasa, 6 Juni 2023 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. SUMEDANG — Maraknya kasus rentenir di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sumedang mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti terhadap berbagai macam pinjaman oleh beberapa oknum yang menawarkan jasa keuangan.

“Jangan sampai tergiur dengan rayuan-rayuan dari para rentenir ini. Lebih baik Bapak dan Ibu atau para pelaku usaha UMKM langsung berhubungan dengan lembaga keuangan yang sudah jelas salah satunya Bank Sumedang,” ujar Wabup di hadapan para pelaku UMKM Sumedang yang mengikuti Sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDa), Selasa (6/6), di Pendopo Setda, PPS.

Wabup mengungkapkan, hadirnya KURDa ditujukan untuk memutus mata rantai rentenir yang selama ini terus mengincar masyarakat di Kabupaten Sumedang  termasuk pelaku UMKM.

“Lebih baik para pelaku usaha UMKM langsung berhubungan dengan Bank Sumedang di bawah naungan OJK dan tim TPAKD agar semuanya jelas dan mendapat bimbingan lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Gelar Forum Komunikasi Lalu Lintas Untuk Menurunkan Tingkat Laka di Kota Cirebon

Terkait dengan banyaknya rentenir yang mengatasnamakan koperasi, Wabup juga meminta kepada Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian untuk memantau dan mengawasi perkembangannya.

“Bila ditemukan rentenir yang berkedok koperasi, segera bubarkan. Karena sudah jelas ini ilegal. Koperasi sudah tentu diatur oleh Undang-Undang Koperasi. Ada pembentukannya. Itung-itungannya sudah sangat jelas sesuai dengan aturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Menurut Wabup, bunga yang diberikan lembaga keuangan resmi dalam membantu permodalan kepada para pelaku UMKM akan lebih ringan.

Penulis : Adi

Editor : Dhardiana

Berita Terkait

Jalur Rel di Wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta Berangsur Pulih, KAI Daop 2 Bandung Lakukan Penyesuaian Operasional
Tutup Posko Nataru 2025/2026, KAI Commuter Bandung Sukses Layani 1,2 Juta Pengguna dengan Tren Positif
Awal Tahun 2026 yang Semarak: KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Layani 1 Juta Pengguna Selama Nataru
Sambut Malam Pergantian Tahun 2026, KAI Commuter 2 Bandung Perketat Pemeriksaan Barang dan Ingatkan Jadwal Kereta Terakhir
Antusiasme Warga Bandung Tinggi, KAI Commuter Tembus 75 Ribu Pengguna Jelang Pergantian Tahun 2026
Nikmati Akhir Pekan Terakhir 2025, Stasiun Bandung Jadi Pilihan Utama Wisatawan dan Pemburu Oleh-oleh
Semarak Natal 2025: KAI Commuter Bandung Layani 59.675 Ribu Pengguna, Pastikan Perjalanan Aman dan Khidmat
Jelang Natal, KAI Commuter Bandung Siap Layani Mobilitas Pengguna Menuju Pusat Ibadah dan Wisata Kota

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 11:35 WIB

Jalur Rel di Wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta Berangsur Pulih, KAI Daop 2 Bandung Lakukan Penyesuaian Operasional

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:33 WIB

Tutup Posko Nataru 2025/2026, KAI Commuter Bandung Sukses Layani 1,2 Juta Pengguna dengan Tren Positif

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:19 WIB

Awal Tahun 2026 yang Semarak: KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Layani 1 Juta Pengguna Selama Nataru

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:18 WIB

Sambut Malam Pergantian Tahun 2026, KAI Commuter 2 Bandung Perketat Pemeriksaan Barang dan Ingatkan Jadwal Kereta Terakhir

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:36 WIB

Nikmati Akhir Pekan Terakhir 2025, Stasiun Bandung Jadi Pilihan Utama Wisatawan dan Pemburu Oleh-oleh

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Semarak Natal 2025: KAI Commuter Bandung Layani 59.675 Ribu Pengguna, Pastikan Perjalanan Aman dan Khidmat

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:47 WIB

Jelang Natal, KAI Commuter Bandung Siap Layani Mobilitas Pengguna Menuju Pusat Ibadah dan Wisata Kota

Senin, 22 Desember 2025 - 19:09 WIB

Stasiun Bandung Menjadi Stasiun Dengan Pengguna Tertinggi Pada Angkutan Nataru 2025-2026

Berita Terbaru