Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan memperkirakan adanya peningkatan pergerakan masyarakat sebesar 2,8% pada libur Nataru tahun ini, dari 107 juta menjadi 110 juta perjalanan. Mayoritas pergerakan ini terjadi di Pulau Jawa, dengan tujuan wisata sebagai yang tertinggi, mencapai 47%.
“Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah kami siapkan, khususnya di jalur Semarang-Solo yang krusial. Selain itu, tol Jogja-Solo juga akan difungsionalkan pada segmen Km 23-Prambanan, dengan tetap mempertimbangkan kelayakan penggunaannya,” jelas Aan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2025. Seluruh Polda telah memetakan titik rawan banjir dan menyiapkan jalur alternatif untuk memastikan kelancaran arus kendaraan.
Kepala BPJT, Miftachul Munir, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kondisi optimal jalan tol dan non-tol. “Kami memastikan jalan fungsional bebas dari lubang, rambu dan marka jalan terpasang lengkap, serta menghentikan seluruh kegiatan perbaikan jalan selambat-lambatnya pada H-10 Natal. Tim tanggap bencana juga disiagakan di titik rawan untuk menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan persiapan dan konsolidasi yang dilakukan sejak dini, seluruh pihak berharap pengelolaan arus lalu lintas selama libur Nataru 2024/2025 dapat berjalan dengan aman dan lancar. Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjamin keamanan serta kenyamanan perjalanan bagi masyarakat yang merayakan liburan akhir tahun.
Editor : Shireni
Sumber Berita : Humas Jasa Raharja
Halaman : 1 2


















