Sosok Petugas Damkar Yang “Bersahabat” dengan Raungan Sirine dan Api Selama 31 Tahun

- Publisher

Minggu, 30 Maret 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Petugas Damkar Bandung Dadang.

Foto: Petugas Damkar Bandung Dadang.

BANDUNG — Setiap kali sirine meraung sebagai tanda bahaya, Dadang Rahma selalu sigap. Lebih dari separuh hidupnya, Dadang nyaris setiap hari mendengar raungan sirine.

Ya, Dadang adalah seorang petugas Pemadam kebakaran Kota Bandung. Ia telah mengenakan seragam biru-biru kebanggaannya selama 31 tahun. Baginya, ini bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa.

Perjalanan Dadang dimulai sebagai anggota biasa di Dinas Kebakaran. Dengan dedikasi dan kerja keras, ia naik pangkat menjadi Kepala Regu, memimpin lima anggota.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring waktu, tanggung jawabnya bertambah besar, hingga akhirnya ia menjabat sebagai Wakil Komandan Peleton (Wadanton) yang membawahi sekitar 90 anggota.

Baca Juga :  Kadiv Yankumham Jabar Dukung Mangga Gincu Indramayu Masuk Indikasi Geografis

Kini, sebagai Komandan Peleton 3, ia memastikan pasukannya selalu siap siaga, menghadapi kobaran api dan berbagai bencana dengan keberanian tanpa batas.

“Suka duka dalam bertugas selalu ada. Salah satu kejadian yang paling membekas dalam ingatan saya adalah kebakaran besar di Pasar Kadungora, Garut, tahun 1994. Kami berangkat dari Bandung pukul 12.30 siang dan tiba dalam 25 menit. Api begitu besar, pasokan air sulit didapat. Kami harus berjuang lebih dari sehari penuh hingga api benar-benar padam,” kenang Dadang.

Baca Juga :  Unik, Dosen ITB Buat Gitar Berbentuk Trisula Majapahit

Di balik panasnya kobaran api dan tugas berat yang tak kenal waktu, ada kebanggaan yang menghangatkan hati. Setiap kali misi selesai dan ia bisa kembali berkumpul dengan rekan-rekan satu tim dengan lengkap dan selamat, rasa syukur tak pernah absen.

Kendati demikian, tugas ini juga menuntut pengorbanan besar. Ia sering kali merayakan Hari Raya Idulfitri dengan rekan-rekannya bahkan tak jarang di tengah kobaran api, dibandingkan dengan keluarga.

Penulis : Adi

Editor : Shireni

Berita Terkait

Parenting Class di Bandung Tekankan Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Anak Sejak Dini
PTDI dan PT NTP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Cisarua
Milestone 215 Tahun Kota Bandung: Jejak Sejarah dan Identitas Kota Bandung dalam Satu Pameran
Apresiasi Kesenian Wayang Golek, Erwin: Pemuda Kelurahan Manjahlega Sangat Cinta Budaya
Meneladani Jejak KH Subki Ma’mun
Tea Fest 2025: Teh rakyat unjuk gigi, tembus selera Gen Z
Laptop Merah Putih: Kolaborasi ITB, Axioo, dan Intel Menuju Kemandirian Teknologi Nasional
Film Animasi “Jumbo” Tembus 7 Juta Penonton, Menjadi Film Indonesia Terlaris ke-3 Sepanjang Masa

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:07 WIB

KAI Commuter Sukses Angkut 1,3 Juta Pengguna di Area 2 Bandung Selama Periode Lebaran Tahun 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:18 WIB

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00 WIB

Tembus 840 Ribu Pengguna, Commuter  Line Area 2 Bandung Catat Kenaikan Seiring Kembalinya Aktivitas Pekerja

Senin, 23 Maret 2026 - 11:32 WIB

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 94 Ribu Pelanggan Selama Dua Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:47 WIB

KAI Commuter Area 2 Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna Selama Angkutan Lebaran

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:57 WIB

Jelang Hari Raya Idul Fitri, KAI Commuter Area 2 Bandung Siap Sambut Puncak Mobilitas Penumpang

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:41 WIB

Masa Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Bandung Jadi Stasiun Keberangkatan Dengan Volume Pemudik Lokal Terbanyak

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:14 WIB

PTDI Gelar Ramadan Berbagi, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

Berita Terbaru

Berita Ekonomi

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Kamis, 26 Mar 2026 - 17:18 WIB