OJK panggil Adakami klarifikasi informasi di media sosial

- Publisher

Kamis, 21 September 2023 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menyikapi maraknya pemberitaan adanya dugaan korban bunuh diri dan penagihan pinjaman tidak sesuai ketentuan yang dilakukan oleh salah satu platform penyelenggara fintech peer-to-peer lending yaitu PT Pembiayaan Digital Indonesia, atau AdaKami, OJK telah memanggil penyelenggara P2P tersebut pada Rabu (20/9) dan Kamis (21/9).

Pemanggilan dilakukan untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi berita yang beredar di media sosial dan media massa mengenai adanya dugaan korban bunuh diri, teror penagihan, dan tingginya bunga atau biaya pinjaman.

Dari pemanggilan tersebut, diketahui bahwa pihak AdaKami telah melakukan investigasi awal untuk mencari debitur berinisial “K” yang marak diberitakan, namun belum menemukan debitur yang sesuai dengan informasi yang beredar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AdaKami juga menyampaikan bahwa telah memeriksa pengaduan-pengaduan mengenai petugas penagihan (debt collector) yang menggunakan pesanan makanan atau barang fiktif untuk meneror peminjam, namun belum menemukan bukti lengkap.

Sementara mengenai bunga pinjaman yang dilaporkan terlalu tinggi, AdaKami menyampaikan bahwa rincian bunga dan biaya-biaya yang dikenakan telah dinformasikan kepada konsumen sebelum konsumen menyetujui pembiayaan.

Baca Juga :  Suhu Terdingin di Kawasan Bandung Capai 15 Derajat Celsius: Fenomena Bediding Berdasarkan Data BMKG

Atas informasi dari pihak AdaKami tersebut, maka OJK mengambil tindakan sebagai berikut:

  1. Mengenai informasi korban bunuh diri, OJK memerintahkan agar AdaKami segera melakukan investigasi secara mendalam untuk memastikan kebenaran berita adanya korban bunuh diri yang viral. OJK juga memerintahkan kepada AdaKami untuk membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang memilki informasi mengenai korban bunuh diri. AdaKami agar melaporkan penanganan pengaduan tersebut kepada OJK. OJK juga mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui informasi lebih lanjut tentang dugaan korban bunuh diri untuk menyampaikan langsung ke OJK melalui Kontak OJK 157 melalui email konsumen@ojk.go.id, dan telepon 157.
  1. OJK mencermati terkait pengenaan bunga dan biaya lainnya di AdaKami. Adapun batas tingkat bunga termasuk biaya lainnya untuk fintech lending selama ini ditetapkan oleh AFPI yaitu sebesar maksimal 0,4 persen per hari, dan lebih ditujukan untuk pinjaman jangka pendek. OJK telah memerintahkan AFPI untuk menelaah hal tersebut sesuai dengan kode etik AFPI. OJK juga mewajibkan seluruh fintech lending untuk menyampaikan informasi biaya layanan dan bunga secara jelas kepada konsumen, dan melakukan penagihan dengan cara yang baik sesuai dengan peraturan OJK.
  2. OJK memerintahkan AdaKami untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait order fiktif, antara lain dengan meminta informasi kepada platform market place atau e-commerce terkait untuk mengetahui siapa sebenarnya pihak yang melakukan order fiktif dan segera melaporkan hasilnya kepada OJK.
  3. OJK tengah mendalami informasi yang disampaikan AdaKami tersebut, termasuk apabila terdapat pelanggaran ketentuan sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut berdasarkan fakta yang akurat.
Baca Juga :  PT DI luncurkan buku kisah "Srikandi Indonesia Bertaruh Nyawa"

OJK akan bertindak tegas jika dari hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran ketentuan pelindungan konsumen. OJK meminta semua lembaga jasa keuangan termasuk penyelenggara fintech lending untuk mematuhi peraturan terkait pelindungan konsumen.

Penulis : Adi

Editor : Dhardiana

Berita Terkait

Guru Honorer, Jangan Khawatir UU 20/2023 Tentang Penghapusan Tenaga Honorer
Disperindag Jabar Minta Masyarakat Tidak Panic Buying, Wacana Naiknya Minyakita
‘Pedar’ dan ‘Dalima’ Jadi Solusi Miskin Ekstrem di Darmaraja
Penyalahgunaan Akun Fintech Makin Marak, Kenali Modusnya dan Jaga Data Pribadi Anda
Layani Penerbangan Haji, Pertamina Patra Niaga Berhasil Penuhi Kebutuhan Avtur di Penerbangan Haji Tahun 2024
Gelar FGD dengan Para Ahli, Jasa Raharja Dorong Optimalisasi Peraturan Pemerintah No. 18 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan
Jasa Raharja Bersama Mitra Kepolisian dan Mitra Bapenda Samsat Kabupaten Bandung I Soreang Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor
Hari Anak Nasional, Bilqis Priscilla Wakili Jawa Barat sebagai Anak Berprestasi di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:16 WIB

Guru Honorer, Jangan Khawatir UU 20/2023 Tentang Penghapusan Tenaga Honorer

Rabu, 24 Juli 2024 - 12:09 WIB

Jasa Raharja Bandung Tindak Lanjuti FKLL dan Diskusi Terkait Keselamatan di Perlintasan Sebidang Bersama Staf Khusus PT KAI

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:07 WIB

Jasa Raharja Bandung Hadir Dalam Kegiatan Rapat Rekonsiliasi Kendaraan Dinas Pemprov Jawa Barat

Selasa, 23 Juli 2024 - 15:55 WIB

Jasa Raharja Santuni Ahli Waris Kecelakaan di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Barat

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:52 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Indramayu Rakor FKLL

Selasa, 23 Juli 2024 - 11:48 WIB

Jasa Raharja Lakukan Pendampingan Tutorial Penggunaan Aplikasi JRCare Ke Rumah Sakit Umum Daerah Lembang

Selasa, 23 Juli 2024 - 08:46 WIB

Pemilihan Pelajar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Purwakarta untuk maju di tingkat Provinsi

Senin, 22 Juli 2024 - 16:57 WIB

Jasa Raharja Santuni Ahli Waris Kecelakaan Tertemper Kereta Api Di Cicalengka

Berita Terbaru

Berita Ekonomi

‘Pedar’ dan ‘Dalima’ Jadi Solusi Miskin Ekstrem di Darmaraja

Rabu, 24 Jul 2024 - 14:31 WIB