Jadi, hubungan yang terjalin antara Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan manusia adalah berdasarkan amal saleh dan niat yang baik Disertai dengan iman yang kuat di dalam hati dan diimplementasikan dengan kehidupan yang baik di dunia. Dengan demikian, dia akan dipenuhi keberkahan di dunia dan mendapat ganjaran serta pahala pada hari akhirat berupa surga. Manusia sentiasa akan melewati berbagai ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran [3]: 142).
Melalui ujian-ujian tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melihat amal kita, khususnya pada niat dalam hati kita: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada paras dan harta kalian, akan tetapi melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim: 33-34/2564).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hari.” (QS. Ghafir [40]: 19).
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf [50]: 16).
Di antara ujian-ujian yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada manusia adalah: melawan hawa nafsu, istiqamah, menjauhi perkara yang haram, baik itu harta ataupun wanita, mengambil hak orang lain, memusuhi orang-orang baik, bersaksi palsu, membunuh atau menghilangkan nyawa, dan juga dosa-dosa lainnya. Menjaga diri dari nafsu kepada harta dan wanita memiliki kedudukan tersendiri.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


















