WJDF Untuk RPJP
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Iendra Sofyan menjelaskan, WJDF ini merupakan langkah awal dalam menyusun RPJP 2025-20245. Mengingat RPJP 2015-2025 tak lama lagi akan selesai, sehingga harus dipersiapkan dari sekarang supaya RPJP anyar ini kelak dapat menjadi bahan tindak lanjut kepala daerah, hasil kontestasi Pemilu 2024 kelak.
“Momentumnya sama, dengan adanya Pilkada dan Pilpres. Sehingga rencana pembangunan pun sama. In Syaa Allah mulai dari nol, (sehingga) akan terjadi sinkronisasi. Jadi gubernur terpilih nanti harus membahas RPJP dan RPJMD. RPJP ini saya sampaikan tahun depan ke KPU untuk menjadi bahan debat calon. Secara teknokrais nanti setelah dibahas, masuk ke visi dan misi gubernur,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menambahkan, penyusunan RPJP melalui WJDF ini harus segera tuntas di akhir tahun ini, supaya bisa diteruskan ke Kemendagri. Kemudian di 2045 akan diserahkan ke Biro Hukum Pemprov Jabar untuk ditindaklanjuti menjadi Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2025.
Iendra melanjutkan, berhubung RPJP ini bermuara kepada masyarakat. Maka pihaknya berharap masyarakat terlibat penuh dalam memetakan rencana pembangunan jangka panjang melalui WJDF yang digelar. Sehingga nantinya akan timbul kesinambungan kebutuhan hasil dari perencanaan yang telah dilakukan.
“RPJP ini milik masyarakat. Oleh karena itu, kita merangku seluruh lapisan untuk mendapatkan masukan. Hari ini anak-anak muda. Kedua, para senior, inohong. Jadi milenial dan kolotnial digabungkan. Metode lain, jemput bola. Kita menanyakan kepada masyarakat, apa masalah dan harapan ke depan untuk Jawa Barat 20 tahun ke depan. Setelah itu nanti kita olah, analisis. Kemudian kita tuangkan menjadi dokumen perencanaan, tentunya sesuai dengan kaidah yang sudah ditentukan,” tandasnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2


















