“Nanti kita informasikan besarannya, mudah-mudahan terjangkau. Kita mengusulkan antara Rp250-350 ribu. Nanti kita finalisasikan. Ada perbedaan tarif sesuai kelas, dimana sebenarnya tidak berbeda jauh. Mungkin yang membedakan itu seperti kursi yang lebih lebar, jarak antar kursi,” sambungnya.
Sementara mengenai aspek keamanan, Eva memastikan KCIC ini telah menggunakan teknologi terbaru buatan Tiongkok yang telah teruji. Termasuk dengan pemeliharaan yang dipastikannya sudah dioptimalisasi, salah satunya melalui transfer knowledge yakni dengan mengirimkan tenaga ahli dari Indonesia untuk mempelajari lebih dalam akan penguasan teknologi.
“100 persen murni yang sudah dioperasikan disana. Kualitas tidak diragukan lagi, tapi memang ujicoba kita tetap lakukan karena kita mengedepankan keselamatan dan kenyamanan. Pemeliharaan nanti akan dilakukan per dua hari. Kita juga sudah melakukan transfer knowledge dan perangkat untuk mendeteksi kalau memang harus ada perbaikan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan terkait aksesibilitas infrastruktur pendukung, dia mengatakan kesiapan terus dilakukan dan dipastikan akan rampung bersamaan dengan pembukaan pengoperasian bagi khalayak kelak. Beberapa infrastruktur, seperti Jembatan Cibiru Hilir untuk Stasiun Tegalluar, shuttle di Summarecon dan Stadion GBLA melalui exit tol 149 sudah siap mendukung aksesibilitas.
Termasuk exit tol KM 151A arah Cileunyi, KM 151B arah Jakarta juga tengah dirampungkan oleh stakeholder terkait. Demikian pula untuk Stasiun Halim sambung dia, dimana kita sudah terkoneksi baik dengan Bandara Soekarno-Hatta, Damri, Micro Trans dan lain-lain. Sama halnya di Stasiun Padalarang, dimana akan dibuka pintu tol dekat Kota Baru Parahyangan, skybridge sebagai sarana pendukung.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















