Ujang menambahkan bahwa jamur tiram asal Desa Cibulakan ini dipasarkan ke wilayah Ibukota. “Saat ini omzet per hari mencapai kurang lebih 150 kilogram jamur dengan kisaran omzet per harinya dua juta rupiah,” jelasnya.
“Selain itu, dengan adanya bantuan TJSL ini, produksi jamur tiram menjadi meningkat, dan kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya juga terdampak gempa Cianjur,” ujar Ujang.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cianjur, Agus Tasya, menyampaikan PLN mendukung pemulihan pascagempa baik dalam sektor kelistrikan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program TJSL ini kami harapkan dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Semoga usaha budidaya jamur ini dapat terus berkembang,” ujar Agus.
Pada kesempatan berbeda, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Susiana Mutia menyampaikan program TJSL menunjukkan kehadiran PLN di tengah-tengah masyarakat dan bentuk implementasi PLN terkait aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2


















