“Dalam menunggu itu, saya imbau ke masyarakat untuk mengurangi, bersama-sama membantu dengan mengurangi produksi sampah, mengolah sendiri, menahan diri dulu jangan dikit-dikit buang sembarangan,” imbuhnya.
Sedangkan mengenai dampak polusi asap bagi masyarakat TPAS Sarimukti, Emil mengatakan pihaknya telah mengimbau Pemkab KBB untuk segera melakukan evakuasi guna mencegah adanya korban jiwa akibat bencana ini.
“Pasti (ada) korban. Sampah skala besar terjadi dimana-mana. Maka saya sudah imbau ke Pak Hengky (Bupati KBB) untuk mengantisipasi, apakah masyarakat (sudah) mengungsi atau memakai bantuan masker. Tidak ada yang tidak terdampak (dari kebakaran ini),” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terlepas dari itu, dia mengatakan ada hikmah tersendiri dari insiden ini. Dimana menurutnya, kebakaran ini membuktikan bahwa TPAS Sarimukti sudah tidak sanggup lagi menampung sampah Bandung Raya. Sehingga dia menilai, didapatinya pemenang lelang pengelolaan TPPAS Legok Nangka beberapa waktu lalu terjadi di waktu yang tepat.
Dia berharap, dalam dua tahun ke depan sudah dapat beroperasi penuh guna mengurai persoalan sampah di Bandung Raya. Apalagi nantinya di Legok Nangka, sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
“Ini momentum, kesempatan bahwa landfill ini sudah tidak lagi relevan. Maka Jawa Barat sudah menyiapkan Legok Nangka sebagai waste energy dan sudah diumumkan melalui lelang yang panjang, pemenangnya Sumitomo dari Jepang. Dalam waktu dua tahun Legok Nangka In Syaa Allah akan menjadi tempat pengolahan sampah tercanggih di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2


















