Menurut Herman, berkas pengajuan akan diserahkan ke BPKAD Kabupaten Bogor pada Senin mendatang, sehingga bantuan bisa segera didistribusikan. Adapun proses penyelesaiannya dilakukan perwakilan masyarakat Pokmas yang bertanggung jawab
“Kalaupun ada kekurangan, karena standar pemerintah akan beda dengan situasi di lapangan, Pak Camat dan Pak Kades komitmen akan meng-handle. Kami provinsi dan bupati akan memonitor,” tuturnya.
Sementara di klaster Visalia, kata Herman, sebanyak 172 rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 rumah sudah dilakukan asesmen. DPKPP Kabupaten akan melakukan asesmen untuk 132 rumah lainnya sampai hari Minggu mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu unit perumahan tersebut selanjutnya akan diajukan ke BPKAD Kabupaten Bogor untuk mendapatkan bantuan dari Bantuan Tak Terduga (BTT) sesuai ketentuan karena harus akuntabel.
“Jika keinginan tidak sesuai harapan, dari perwakilan klaster akan menerima sesuai ketentuan dari pemda. Adapun kemungkinan-kemungkinan Pak Bupati, kami dari Pemprov akan mengundang pihak pengembang untuk memberikan atensi dalam bentuk apapun, entah CSR atau lainnya,” tuturnya.
“Karena sebagian besar 172 rumah belum diserahterimakan dari pengembang ke warga, maka kami akan minta kepedulian dari pihak pengembang,” imbuhnya.
Herman berharap penanganan dampak ledakan Gudang Amunisi Daerah di Kabupaten Bogor dapat selesai bulan ini. Sejalan dengan itu, ia juga menerima aspirasi dari masyarakat yang meminta kepastian Gudang Amunisi Daerah sudah dalam kondisi aman.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2


















