“Sekitar 7 tahun berarti kita sudah beternak sapi. Semuanya mulai dari awal. Dulu sempat kerja di perbankan. Lalu resign, kemudian lanjut usaha peternakan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ada perbedaan cara mengurus sapi besar dengan sapi biasa. Bahkan dari kandang pun berbeda. Untuk sapi besar tipe limousin dan simental butuh alas yang baik untuk memperkuat kakinya supaya tidak luka.
“Kita berikan karpet busa atau plastik di bawahnya sebagai pijakannya. Pemberian pakannya pun sehari dua kali di pagi dan sore hari. Gizi dan vitaminnya pun kita berikan tambahan seperti pisang dan singkong. Itu makanan wajib untuk sapi-sapi besar,” paparnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun ini, ada 330 ekor sapi yang tersedia di kandang seluas 5.000 meter persegi. Sedangkan domba sebanyak 3.200 ekor yang ditampung di kandang seluas 2,5 ha. Semua ada di peternakan Cibiru.
“Dengan sekarang sudah zamannya era digital, kami pun berjualan lewat online di instagram @dspfarm.official. Di tiktok dan YouTube pun sama,” tuturnya.
Bibitnya ia peroleh dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memang populasi sapi jenis simental dan limousinnya lebih banyak daripada di Jawa Barat.
Selain sapi besar, Vandry juga menjual sapi Parahyangan atau rancah. Lalu, dua jenis domba yakni domba Priyangan dan Garut.
“Kisaran harga domba betina mulai dari Rp1,4 juta. Sedangkan domba jantan Rp2,2 juta. Kalau untuk sapi dimulai dari harga Rp18 juta,” sebutnya.
Ia membawa salah satu ternak sapi limousin miliknya seberat 900 kg bernama Bunhao. Sapi tersebut dibanderol seharga Rp80 juta.
Penulis : Apun
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















