“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gapasdap atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun industri penyeberangan, dengan mengoperasikan lebih dari 346 kapal penyeberangan yang melayani 305 lintasan di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Risyapudin juga menyampaikan bahwa ke depannya Kemenhub akan terus meningkatkan layanan, mulai dari uji KIR yang terintegrasi, pengawasan buffer zone, pengendalian angkutan over dimension and overloading (ODOL), hingga pemantauan angkutan barang berbahaya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menilai bahwa aspek keekonomian juga penting dalam menjaga keselamatan pelayaran. “Kami mengamati bahwa jika operasional tidak berada pada level keekonomian, keselamatan yang akan dikorbankan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa menjaga keekonomian penting untuk menghindari biaya operasional yang tinggi, yang pada akhirnya berdampak pada biaya ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua Umum DPP GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa angkutan penyeberangan merupakan salah satu pilar sistem logistik nasional. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi, baik terkait aspek kepengusahaan maupun keselamatan, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan inefisiensi dan ekonomi biaya tinggi. “Jika hal ini terus dibiarkan, tantangan tersebut akan merugikan seluruh pemangku kepentingan dan berdampak negatif pada perekonomian nasional,” kata Khoiri.
Agenda tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) M. Mufti Mubarok, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Hartanto, Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Lilik Handoyo, serta perwakilan dari berbagai asosiasi moda transportasi.
Editor : Shireni
Sumber Berita : Humas Jasa Raharja
Halaman : 1 2

















