Pergulatan Bung Karno: Mengukir Kemerdekaan dari Balik Jeruji

- Publisher

Jumat, 14 Juni 2024 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG — Ir. Soekarno, panggilan akrab untuk bapak proklamator, merentangkan semangat kemerdekaan Republik Indonesia sepanjang hidupnya. Namun, perjalanan tak pernah mulus. Terpaksanya berpindah dari satu tempat pengasingan ke tempat pengasingan lainnya, salah satunya adalah lembaga pemasyarakatan (lapas) Banceuy yang menjadi saksi bisu perjalanan panjangnya.

Berdiri sejak tahun 1877 di masa penjajahan Belanda, Lapas Banceuy menjadi saksi bisu ketika Ir. Soekarno terjebak dalam belenggu masa pengasingan, memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama satu tahun dua bulan, Bung Karno harus menghuni sel nomor 5, dengan ukuran yang hanya 210 x 146 cm, berisikan kasur, dan alat keperluan solat serta makan. Di usianya yang masih 29 tahun, bersama tiga rekannya, ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), menjadi ancaman bagi Hindia Belanda, sehingga terpaksa diasingkan ke Lapas Banceuy.

Menurut penjaga situs Lapas Banceuy, Ahmad, Pemerintah Belanda menuduh Bung Karno akan melakukan makar, dengan dalih mempropagandakan. Ketika diundang ke Yogyakarta, ternyata itu adalah jebakan untuk memenjarakannya di Lapas Banceuy.

Baca Juga :  Ciremai Fest 2024: Gerakkan Pariwisata dan Perkuat Pelestarian Gunung Ciremai

Perjuangan Bung Karno tak berhenti di sana. Ia menjalani masa persidangan di Gedung Indonesia Menggugat, di jalan Perintis Kemerdekaan no. 5, Babakan Ciamis, Kota Bandung.

Ahmad berharap, situs-situs bersejarah yang mulai terlupakan itu mendapat perhatian lebih dari masyarakat. Belajar sejarah bukan hanya tentang mengenalnya sekilas di sekolah, tapi juga memahami keberadaannya. Jangan hanya datang untuk berfoto-foto. Kebanyakan dari mereka tak menyadari bahwa proklamator pernah menginjakkan kakinya di Lapas Banceuy.

Penulis : Caca

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Siapkan 12.782 Tempat Duduk per Hari pada Masa Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
Apresiasi Kesenian Wayang Golek, Erwin: Pemuda Kelurahan Manjahlega Sangat Cinta Budaya
Meneladani Jejak KH Subki Ma’mun
Pesona 6 Stasiun Tertinggi di Indonesia, Ternyata Ada di Wilayah Daop 2 Bandung
Tembok Mural Lodaya, Ikon Baru Bandung Selatan
Ukulele, Ansambel, Tenun, dan Persahabatan di Balik Harmoni Sora Wanodja Nusantara
Catat Waktunya! Bandung Lautan VW Kembali Digelar
Pemda Provinsi Jabar Terbitkan SE Terkait Pemanfaatan Gedung Sate Sebagai Cagar Budaya untuk Kegiatan Pemerintahan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:18 WIB

Mengantarkan Impian ke Tanah Suci, Adira Finance Umumkan Pemenang UMRAH untuk Sahabat 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:39 WIB

KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan Pada Libur Akhir Pekan Dan Tahun Baru Islam 1448 H

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:28 WIB

Trisakti Fest Padukan Semangat Soekarno, Piala Dunia, dan Kebangkitan UMKM

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:28 WIB

KAI Commuter beri sanksi perokok di KA Lokal Garut-Padalarang

Senin, 1 Juni 2026 - 15:14 WIB

Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:09 WIB

KAI Daop 2 Bandung Jalin Silaturahmi Bersama Komunitas Railfans, Perkuat Kolaborasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:07 WIB

KAI Commuter Sukses Angkut 1,3 Juta Pengguna di Area 2 Bandung Selama Periode Lebaran Tahun 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:18 WIB

Pecah Rekor!, Pengguna Commuter Line Bandung Lampaui Angka 1 Juta

Berita Terbaru

Rektor UPI Didi Sukyadi di Acara Wisuda Gelombang III Tahun 2026 di Kampus UPI Bandung, Selasa (21/7).

Pendidikan

Rektor UPI Tegaskan ProBidik Bukan Pengganti Guru Honorer

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:38 WIB

Kakang Rudianto of Indonesia U23 controls the ball during the Mandiri Cup final between Vietnam U23 and Indonesia U23 at Gelora Bung Karno Stadium on July 29, 2025 in Jakarta, Indonesia.

Olah Raga

PERSIB Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto Hingga 2029

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:27 WIB