“Ada delapan pintu, pinjaman daerah, CSR yang harus dikejar, obligasi daerah, dana ummat untuk kegiatan sosial. Kalau semua minta APBD, segala urusan enggak cukup karena maksimal APBD. Jangan berpikir APBD, tapi cara membangun daerahnya dengan segala keterbatasan,” ucapnya.
Terlebih sambung Emil, Presiden Joko Widodo telah menggaungkan menuju Indonesia Emas di 2045. Dimana harapannya terjadi peningkatan pendapatan perkapita penduduk Indonesia. Cita-cita ini dinilainya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi.
“Apalagi tadi pagi Pak Presiden sudah merilis Indonesia Emas 2045. Target dari USD 5.000 perorang per tahun menjadi USD 30.000 perorang pertahun. Mimpi itu harus dikejar dengan ekonomi digital, ekonomi hilirisasi, tidak boleh ada stunting, politik kondusif dan berkelanjutan,” terangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat Dedi Taufik Kurohman melanjutkan, forum ini bertujuan agar APPDI bersama-sama mencari solusi dalam meningkatkan PAD, selain melalui pajak kendaraan bermotor. Hal ini diakuinya dibutuhkan strategi, salah satunya mengoptimalkan digitalisasi.
“Forum ini adalah aspirasi sesuai tema, transformasi digital di era 4.0 ini. Kaitan melihat potensi pendapatan, melihat disitu. Dua hal menurut saya, selain intensifikasi dan ekstensifikasi. Perlu ada penguatan reformasi birokrasi. Salah satunya, reformasi digital ini. Tren perkembangan menggunakan digitalisasi, naik terus. Dari 2021-2022 dari Rp500an miliar ke Rp679 miliar. Jadi ada peningkatan untuk go digital,” paparnya.
Penulis : Ton
Editor : Maura Dzakiya
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















