“Coba bayangkan kalau 300 ton itu dikali sebulan atau tahun, pasti tidak tertangani. Kota ini nanti jadi lautan sampah,” ungkapnya.
Selain itu ia memberi contoh di Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Rancasari pemanfaatan maggot berjalan baik. Hasilnya bisa membantu pupuk bagi masyarakat yang masih berprofesi tani di sana. Sehingga saling berbagi nilai manfaat.
Sedangkan untuk TPA Legoknangka, Ema mengaku informasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan sekarang sudah mengerucut pada dua perusahaan dari Jepang yang akan menangani sampah di sana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dudy Prayudi menyampaikan sampah dari TPS yang overload diangkut ke TPA Cicabe menggunakan truk-truk kecil.
“Ada 33 yang belum normal. Salah satu kendalanya kita masih keterbatasan alat berat. Kalau dilakukan secara manual dengan tenaga manusia, membutuhkan waktu yang lama. Sehingga alat berat ini digilir dari satu TPS ke TPS lain,” papar Dudy.
Jika kondisi sudah kembali normal, TPA darurat Cicabe akan ditutup dan semua sampah kembali diangkut ke Sarimukti.
“Kita berharap dan terus edukasi masyarakat agar terus menerapkan Kang Pisman. Kalau bisa jangan produksi banyak sampah,” tuturnya.
“Sampah organik bisa dibuat pupuk kompos, ditaruh di Loseda. Sampah anorganik itu bisa disetorkan ke bank sampah sehingga bisa bernilai,” imbuh Dudy.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2

















