“Melalui pameran ini, kita diajak untuk menelusuri jejak sejarah itu, memahami akar jadi diri kota, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Bandung yang kita cintai bersama,” imbuh Farhan.
Lebih lanjut, Farhan mengajak seluruh warga dan pengunjung untuk menelusuri sejarah kota melalui beragam artefak yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang Bandung selama 215 tahun.
Menurutnya, kegiatan ini, bukan hanya sebuah perayaan ulang tahun, melainkan momentum refleksi kolektif untuk memahami identitas dan arah masa depan kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui Milestone 215 Tahun Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung berharap muncul kesadaran publik yang lebih kuat terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan warisan budaya,” ungkapnya.
Pameran ini pun diisi oleh Miniatur gedung Merdeka, Hotel Preanger, Gedung Sate.
Tak hanya itu, pameran pun dimeriahkan oleh Selasar Sunaryo, Trabas, Wanadri, Persib, PTDI, Ujungberung Rebels, 3.4.7, Biofarma dan Damas.
Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dan integrasi lintas sektor dalam merawat warisan sejarah sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2


















