Redaksi hadits: بعد من ذكرت عنده فلم يصل عليك. Disebutkan dalam redaksi hadits yang lain: ومن ذكرت عنده فلم يصل عليك فأبعده الله. Artinya, “Orang yang ketika namamu disebut di sampingnya, ia tidak bershalawat kepadamu maka Allah melaknatnya.”
Hal ini menunjukan kewajiban bershalawat kepada Nabi ketika namanya disebut. Jika namanya disebut berulang-ulang kali dalam satu majlis maka cukup dengan bacaan shalawat pada kali pertamanya saja. Redaksi hadits: … بعد من أدرك أبويه الكبر.
Maknanya adalah karena ia melalaikan hak kedua orang tuanya dan ia tidak berbakti kepadanya sehingga ia berhak mendapatkan laknat dan masuk neraka. (Abdullah bin Muhammad bin As-Shiddiq Al-Ghumari, Ghayatul Ihsan fi Fadhli Zakatil Fitri wa Fadhli Ramadhan , [Beirut, Alimul Kutub], halaman 40-41).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hadits dan penjelasnya dapat disimpulkan, ada tiga orang yang terhalang kebaikan Ramadhan, yaitu: Orang yang menemuai bulan Ramadhan namun tidak mendapatkan magfirah atau ampunan. Sebab, ia lalai dengan melakukan kemaksiatan dan tidak bertaubat hingga Ramadhan berlalu. Orang yang ketika nama Nabi Muhammad saw disebut, ia tidak bershalawat kepadanya.
Orang yang masih menemui kedua atau salah satu orang tuanya, namun ia menyia-nyiakanya dengan tidak berbakti dan melalaikan hak-haknya. Naudzubillah mindzalik. Semoga kita tidak termasuk dari ketiganya. Amin. Wallahu a’lam bisshawab.


















