Di antara portofolio tersebut, terdapat beberapa inovasi yang menjadi sorotan utama, seperti motor listrik SPRINT Len, yang dirancang untuk menghadirkan mobilitas cepat, efisien, dan ramah lingkungan dalam mendukung operasi senyap militer maupun aktivitas sipil. Selain itu, Becak Listrik turut menjadi concern dari Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin yang menjadi wujud dari ketahanan rakyat semesta. Becak Listrik Len dikembangkan dengan memadukan antara teknologi modern dan kearifan lokal, memberikan solusi transportasi urban yang berkelanjutan. Sementara itu, UAV tetap menjadi andalan dalam pengumpulan data dan pemantauan strategis melalui wahana udara nirawak, memberikan keunggulan taktis yang dibutuhkan dalam medan operasi modern.
Dalam pameran ini, masing-masing anggota DEFEND ID menampilkan inovasi dan produk unggulan yang mencerminkan penguasaan teknologi di seluruh matra – darat, laut dan udara, termasuk sistem senjata dan amunisi unggulan dari PT Pindad, termasuk inovasi terbaru seperti senapan serbu SS3-M1, senjata anti drone SPS-1, SS Amphibious dan Senapan Mesin Berat (SMB) SM5-A1. Dalam kategori senjata, serta menghadirkan berbagai varian SS2, Senapan Penembak Runduk (SPR), Senapan Penembak Mahir (SPM/DMR), Senapan Mesin (SM), Senapan Pelontar Granat (SPG), SS Blackout, senjata mortir hingga Remote Controlled Weapon Station (RCWS).
PT Pindad juga menampilkan berbagai produk amunisi baik kaliber kecil, kaliber sedang hingga kaliber besar. Inovasi dalam bidang amunisi yang ditampilkan antara lain munisi 40 mm AGL, munisi bawah air, bom MK81 RI live hingga propelan double base. Indo Defence 2024 Expo & Forum menjadi momentum bagi PT Pindad untuk memperkenalkan dan meresmikan kendaraan operasional 4×4 elektrik, Pandu. Kendaraan ini ditujukan untuk menunjang operasional TNI dengan kemampuan taktis yang bersumber tenaga listrik (BEV – NMC battery). Menggunakan motor listrik bertipe 3 in 1 Permanent Magnet Synchronous Motor, Pandu mampu melaju pada kecepatan aman 100 km/jam dan memiliki jarak tempuh hingga 400 km.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Anak Perusahaannya, PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP), hadir untuk memperkuat posisi sebagai pelaku utama industri dirgantara nasional, yang mendukung kemandirian dan kedaulatan teknologi pertahanan melalui pengembangan produk dan layanan unggulan berbasis inovasi dalam negeri. Fokus utama partisipasi PTDI kali ini adalah mendorong komersialisasi produk-produk unggulan, dari pesawat terbang hingga sistem senjata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


















