Survei Kesehatan Indonesia, Stunting di Sumedang Menurun Tajam

- Publisher

Senin, 6 Mei 2024 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. SUMEDANG — Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus berupaya keras menurunkan stunting di Sumedang. Selain memilik target zero new stunting atau tidak ada stunting baru, intevensi terhadap bayi stunting juga terus dilakukan secara kolaborasi, mobilisasi dan digitalisasi.

“Target kami, Sumedang bebas stunting. Kami tersus mengevaluasi diri untuk memperbaiki upaya upaya untuk menurunkan stunting,” kata Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli, Senin 6 Mei 2024.5.6

Dari tahu ke tahun, prevalensi stunting di Sumedang terus menurun. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, prevalensi stunting Kabupaten Sumedang berada pada angka 14,4% atau menurun sebesar 13,2% poin dibanding tahun 2022 (27,6%).

Tahun 2022, prevalensi stunting Kabupaten Sumedang sebesar 27,6%. Angka ini menjadikan Sumedang sebagai Kabupaten tertinggi prevalensi stuntingnya di Jawa Barat dibandingkan kabupaten/kota lain. “Kondisi ini menjadi dorongan kuat bagi Pemda Kabupaten Sumedang untuk menguatkan kembali upaya-upaya konvergensi dalam percepatan penurunan stunting. Alhamdulillah berkat kolaborasi, tahun 2023 ini prevalensi stunting di Sumedang turun menjadi 14,4% atau menurun 13,2% dari tahun sebelumnya,” kata Yudia.

Baca Juga :  Jasa Raharja Laksanakan Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Pada Pelatihan Safety Riding Bersama PT PNM

Menurutnya, Pemda Kabupaten Sumedang melakukan strategi untuk mengefektifkan intervensi gizi spesifik dan sensitif melalui kolaborasi, integrasi dan inovasi program penurunan stunting yang dikuatkan melalui program pasang sangkur dan KKN tematik GRMD terus dioptimalkan. “Pemanfaatan aplikasi Simpati dan Sinurmi sebagai alat monitoring dan evaluasi penanganan stunting kepada keluarga beresiko stunting terus dikembangkan dan dimasifkan pemanfaatannya,” katanya.

Penulis : Adi

Editor : Dhardiana

Berita Terkait

Bio-RV, Vaksin Rotavirus Neonatal Kolaborasi Bio Farma dan MCRI, Peroleh Izin Edar BPOM RI
Wagub Erwan Canangkan Wakaf Digital, Cocok dengan Kebiasaan Generasi Muda
Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers
KAI Commuter Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Commuter Line Walahar dan Jatiluhur Dengan Operasikan Hall Baru Stasiun Cikampek
KAI Daop 2 Bandung Siap Layani Pelanggan Pada Libur Akhir Pekan Dan Tahun Baru Islam 1448 H
Jumlah Pengguna Meningkat saat Libur Panjang
KAI Daop 2 Bandung Jalin Silaturahmi Bersama Komunitas Railfans, Perkuat Kolaborasi
Jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan KA

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:28 WIB

Karya Kreator Uqi Mejeng di Bandara Husein, Bukti Talenta Disabilitas Mampu Bersaing

Kamis, 3 September 2026 - 12:45 WIB

Cegah Bahaya Kelistrikan, PLN Ingatkan Jarak Aman Bangunan dari Jaringan Listrik

Kamis, 3 September 2026 - 09:54 WIB

Bio-RV, Vaksin Rotavirus Neonatal Kolaborasi Bio Farma dan MCRI, Peroleh Izin Edar BPOM RI

Selasa, 1 September 2026 - 14:57 WIB

Festival Olahraga Tradisional Rancasari, Kenalkan Permainan Rakyat kepada Generasi Muda

Selasa, 1 September 2026 - 13:01 WIB

Hari Polwan, Warga Bandung Titip Harapan untuk Para Srikandi Bhayangkara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Jalan Sehat, Kuis, hingga Doorprize Meriahkan Cibeureum Wetan Walkers

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Semarakan HUT ke-81 RI, KAI Commuter Hadirkan Tarif Spesial Rp8

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:34 WIB

KAI Commuter Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Commuter Line Walahar dan Jatiluhur Dengan Operasikan Hall Baru Stasiun Cikampek

Berita Terbaru