Dengan skema ini, sekitar 30 persen sampah Kota Bandung diharapkan bisa terolah di tingkat RW.
Terkait teknologi pengolahan, Farhan menyebutkan bahwa di Gedebage sebenarnya sudah tersedia tiga mesin, yakni biodigester, mesin pencacah, dan instalasi RDF. Namun, alat-alat ini selama ini tidak berfungsi optimal.
“Begitu pengangkutan sampah di Gedebage selesai dalam dua hari ini, hari ketiga kita mulai reinstalasi ketiga mesin itu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pungli Sedang Diselidiki
Farhan juga menegaskan, saat ini tengah dilakukan penyelidikan atas dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan sampah di Pasar Gedebage oleh Polrestabes Bandung.
“Untuk pungli di Gedebage, sudah dilaporkan dan sedang dalam pemeriksaan Polrestabes Bandung. Saya tidak bisa berbicara lebih jauh karena sudah masuk proses penyelidikan,” katanya.
Di sisi lain, Farhan menyebutkan kasus serupa juga terjadi di Pasar Ciwastra, yang sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bandung.
Modusnya sama, yakni adanya pungutan terhadap pedagang tanpa adanya pengangkutan sampah yang memadai.
“Kalau di Ciwastra, pelanggaran ditangani secara internal. Akan ada penegakan kedisiplinan bagi pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya.
Farhan memastikan, saat ini fokus pemerintah adalah membersihkan dua titik terbesar, yakni Pasar Gedebage dengan volume sampah 1.120 meter kubik dan Pasar Ciwastra sebesar 500 meter kubik. Sedangkan di pasar-pasar lainnya di Bandung, Farhan menyatakan tidak ditemukan masalah serupa.
Penulis : Mahira
Editor : Shireni
Halaman : 1 2

















