“Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 24,6 %, terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga,” ucapnya.
Tahun ini, WJIS mengusung tema Strengthening Regional Resilience through Green Industry, Smart Investment, and Inclusive Growth.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jabar menawarkan 104 proyek investasi senilai Rp186,29 triliun. yang terdiri dari 41 proyek siap ditawarkan ready to offer dan 63 potensi investasi baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menargetkan semua minat investasi yang muncul di forum ini bisa terealisasi dalam tiga hingga enam bulan ke depan,” kata Dedi.
Lebih dari 600 peserta akan hadir di forum ini, termasuk 25 kedutaan besar dan 300 calon investor dari berbagai negara. Sejumlah proyek besar seperti pengelolaan limbah, kawasan industri, hilirisasi, hingga infrastruktur akan menjadi fokus penawaran.
“West Java Investment Summit sudah menjadi brand global. Banyak investor yang memandang Jabar sebagai lokasi strategis dengan dukungan infrastruktur, SDM unggul, dan kepastian kebijakan yang kuat,” ujar Dedi.
Ia optimistis, kehadiran investor baru seperti VinFast dan Great Giant Pineapple (GGP) di kawasan Rebana Metropolitan akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan industri masa depan.
“Jawa Barat bukan hanya pintu masuk investasi, tapi juga laboratorium pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutup Dedi.
Penulis : Adi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2


















