Pemda Provinsi Jabar, lanjut Erwan, berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Program MBG. Ia menegaskan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada lagi anak yang datang ke sekolah dalam keadaan lapar.
“Target jumlah SPPG di Jabar tahun 2025 sebanyak 4.683 SPPG atau mencakup 14 juta siswa. Hingga saat ini telah terealisasi 2.565 SPPG atau 55 persen, sehingga 7,7 juta siswa telah merasakan manfaat program MBG setiap harinya,” jelas Erwan.
Selain berdampak langsung pada peningkatan gizi siswa, program MBG juga berkontribusi pada pergerakan ekonomi lokal melalui penyediaan bahan baku, pengolahan, distribusi, serta penyerapan tenaga kerja. Dukungan pasokan bahan pangan dan industri pengolahan di Jawa Barat juga dinilai sangat memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tantangan dan Penanganan
Dalam pelaksanaannya, program MBG menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kejadian keracunan pangan di beberapa titik. Namun, berkat kerja cepat dan kolaborasi lintas sektor, seluruh kasus tersebut dapat ditangani dengan baik.
Pemdaprov Jabar juga telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola program, antara lain dengan membentuk tim satgas yang melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, TNI, dan Polri.
Selain itu, telah disusun nota kesepakatan antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Gubernur Jabar, serta seluruh bupati dan wali kota dalam rangka percepatan pelaksanaan program MBG.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Pemprov Jabar telah melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:
Penulis : Asi
Editor : Shireni
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















