Di sisi lain, negara menindak tegas mereka yang membakar lahan. Bareskrim Polri menetapkan sembilan perusahaan sawit sebagai tersangka karhutla, dengan tujuh di antaranya berlokasi di Kalimantan Barat. “Total laporan polisi sebanyak 98 laporan polisi, sedangkan total luas lahan terbakar seluas 25.600,26 hektare, total tersangka adalah 9 tersangka,” kata Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Pipit Subiyanto, Rabu (14/10). Sebanyak 223 orang juga ditetapkan sebagai tersangka dari 273 laporan polisi, tersebar di 12 kepolisian daerah.
Penanganan di lapangan berjalan besar. Sebanyak 10.700 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan relawan diterjunkan di Kalimantan Tengah, didukung lima helikopter _water bombing_ serta operasi modifikasi cuaca siang dan malam. BNPB mencatat Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi kian membaik, sementara Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih menjadi prioritas. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Malaysia terkait tawaran bantuan. Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak sepanjang 18 Agustus hingga 13 Oktober, sebagai dampak asap dari lahan yang dibakar.
Karena itu, seruan para ulama bukan sekadar rutinitas. Doa menyertai kerja keras petugas di lapangan, penindakan terhadap korporasi pembakar lahan, dan usaha pemerintah memadamkan api. Sebagaimana disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, ini bukan waktunya saling salahkan dan mencaci maki. Semoga Allah segera menurunkan hujan, memadamkan asap, dan menyelamatkan anak-anak kita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Shireni
Editor : Shireni
Halaman : 1 2

















