Kabupaten Sumedang Jadi Rujukan Penanganan Stunting

- Publisher

Kamis, 1 Desember 2022 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG — Kabupaten Sumedang menjadi tujuan studi tiru mengenai aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.

Hal itu terbukti dengan banyaknya kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakan pembelajaran terkait penanganan stunting, salah satunya ialaj Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah yang menyambangi Sumedang, Kamis (1/12/2022).

Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai mengungkapkan, dirinya terkesan dengan strategi penurunan stunting yang dipaparkan oleh Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu di Bali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu pemaparan, saya langsung didukung oleh teman-teman bahwa kami harus berkunjung ke Sumedang,” ungkapnya di Command Center Sumedang.

Baca Juga :  Jasa Raharja Gerak Cepat Serahkan Santunan Laka KA di Tasikmalaya

Badrun berharap melalui kunjungan tersebut, program atau strategi yang ada di Kabupaten Sumedang bisa di terapkan di daerahnya.

“Apalagi penurunan stunting ini merupakan program nasional, bahkan Presiden menargetkan di tahun 2024 presentasenya 14 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan menyambut baik terkait kunjungan tersebut.

“Pemda Sumedang dengan senang hati memberikan informasi yang dibutuhkan dengan tetap menerima dan menampung masukan dari Bapak dan Ibu sekalian sehingga dapat kami jadikan bahan evaluasi juga,” ucap Wabup Erwan.

Baca Juga :  Legislator Jabar Dorong Pemprov Sinergikan Ketahanan Pangan dan Pengentasan Stunting

Wabup juga menyebutkan, bulan Agustus 2022 yang lalu Sumedang dianugerahi penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik se-Provinsi Jawa Barat dalam menangani stunting yang digelar oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.

“Aplikasi Simpati menjadi salah satu katalisator dalam pencegahan stunting, mulai dari pencatatan data ibu hamil hingga pemberian gizi untuk anak,” terangnya.

Berita Terkait

Optimistis Hadapi 2026, TRAVL Nilai Industri Travel Masih Punya Peluang Besar
Libur Sekolah Tiba, Commuter Line Bandung Raya Jadi Primadona Wisatawan
Wajah Bahagia puluhan Anak Yatim di Kota Bandung dalam acara Satu Atap Berbagi
Len Dorong Interoperabilitas Alutsista Modern Dukung Ketahanan Nasional
PTDI dan Defend ID Tanam 2.080 Pohon di Taman Kehati Bandung
Pemkot Bandung Bertekad Percepatan Penanganan Penumpukan Sampah
KDM: Pembangunan Infrastruktur Jabar Terus Digenjot Jelang Akhir 2025
UPI Dorong Penguatan Zona Integritas, Inspektorat Jenderal Gandeng Fakultas untuk Percepatan WBK–WBBM

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:33 WIB

Tutup Posko Nataru 2025/2026, KAI Commuter Bandung Sukses Layani 1,2 Juta Pengguna dengan Tren Positif

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:19 WIB

Awal Tahun 2026 yang Semarak: KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Layani 1 Juta Pengguna Selama Nataru

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:18 WIB

Sambut Malam Pergantian Tahun 2026, KAI Commuter 2 Bandung Perketat Pemeriksaan Barang dan Ingatkan Jadwal Kereta Terakhir

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:26 WIB

Antusiasme Warga Bandung Tinggi, KAI Commuter Tembus 75 Ribu Pengguna Jelang Pergantian Tahun 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Semarak Natal 2025: KAI Commuter Bandung Layani 59.675 Ribu Pengguna, Pastikan Perjalanan Aman dan Khidmat

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:47 WIB

Jelang Natal, KAI Commuter Bandung Siap Layani Mobilitas Pengguna Menuju Pusat Ibadah dan Wisata Kota

Senin, 22 Desember 2025 - 19:09 WIB

Stasiun Bandung Menjadi Stasiun Dengan Pengguna Tertinggi Pada Angkutan Nataru 2025-2026

Senin, 22 Desember 2025 - 13:01 WIB

Optimistis Hadapi 2026, TRAVL Nilai Industri Travel Masih Punya Peluang Besar

Berita Terbaru