Sementara itu, Marc Guiu merasa gembira bisa membantu perjuangan timnya meraih tiga poin. Baginya, tantangan utama pada pertandingan ini ialah membongkar pertahanan Kanada yang bermain sangat solid.
Terbukti, ada sekitar sembilan tembakan tepat sasaran yang dilepaskan Marc Guiu dkk, tetapi hanya dua di antaranya yang menghasilkan gol. Hal ini juga tak bisa dilepaskan dari aksi ciamik kiper Kanada, Abraham Nathaniel.
“Dalam sebuah kompetisi seperti Piala Dunia U-17 2023 ini, semua pertandingan bakal berlangsung sangat ketat. Kanada juga bermain sangat bagus saat bertahan. Namun, para pemain bekerja keras untuk merebut tiga poin,” kata Marc Guiu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, pelatih Timnas Kanada U-17, Andrew Olivieri, menyebut bahwa timnya gagal keluar dari tekanan. Akibatnya sepanjang pertandingan, mereka dipaksa bermain di area pertahanannya sendiri.
“Saya pikir para pemain sudah memahami secara jelas apa yang harus dilakukan saat menghadapi Spanyol. Kami sempat terjebak di area seperempat pertaa. Sayangnya, kami harus menghabiskan banyak waktu pertandingan ini di sana,” ujar Andrew.
Olivieri memuji perjuangan semua pemainnya pada laga ini. Bagaimanapun juga, katanya, Kanada harus menghadapi tim kuat seperti Spanyol. Situasi bertambah pelik karena harus berjuang dengan 10 pemain.
“Saat harus bertahan, para pemain juga sudah memperlihatkan kedisiplinan dan kemauan. Selain itu, kiper kami juga punya kemampuan goalkeeping yang bagus. Saya mengapresiasi semua pemain yang telah berjuang pada hari ini,” kata dia menambahkan.
Penulis : Adi
Editor : Dhardiana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


















