Hindari Simalakama, Pemprov Jabar Kaji Rencana Penanganan Kebakaran TPAS Sarimukti

- Publisher

Kamis, 24 Agustus 2023 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – Sudah enam hari, sejak Sabtu pekan lalu kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat terjadi dan hingga kini belum juga berakhir.

Seluruh stakeholder berupaya memadamkan kobaran api supaya tidak meluas. Sebab sejauh ini empat zona di TPAS Sarimukti telah habis dilalap api. Beberapa rencana sudah dipertimbangkan, termasuk melakukan bom air di titik kebakaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah mencari solusi. Sebab, bila salah dalam mengambil keputusan. Alih-alih masalah selesai, malah timbul persoalan baru yang dikhawatirkan tidak kalah pelik.

“Tentu saja saat ini mereka (DLH dan BPBD) sedang berupaya bagaimana mengatasinya. Tapi memang harus hati-hati,” kata Setiawan di Kantor Disperkim, Kota Bandung, Kamis (24/8/2023).

Terutama akan rencana bom air kata Setiawan, sebab dikhawatirkan dapat menambah volume air lindi yang berpotensi mencemari lingkungan di sekitarnya. Sehingga butuh kajian mendalam guna mengatasi kebakaran sampah di TPAS Sarimukti.

Baca Juga :  Jasa Raharja Indramayu Rapat Koordinasi FKLL

“Kalau kita main padamkan saja dengan air. Artinya air lindi dari sampah pun akan semakin banyak. Hal seperti ini kita kaji terus. Kita lakukan mana yang paling cepat, efektif dan efisien,” terangnya.

Menyikapi terkait gangguan kesehatan masyarakat di sekitar TPAS Sarimukti, akan dampak polusi asap kebakaran. Setiawan mengatakan besar kemungkinan evakuasi harus dilakukan, meski bukan tidak mungkin ada pertimbangan lain, salah satunya arah angin yang akan menggiring kabut asap kebakaran.

Penulis : Ton

Editor : Maura Dzakiya

Berita Terkait

Libur Sekolah Tiba, Commuter Line Bandung Raya Jadi Primadona Wisatawan
Pemkot Bandung Bertekad Percepatan Penanganan Penumpukan Sampah
KDM: Pembangunan Infrastruktur Jabar Terus Digenjot Jelang Akhir 2025
Sekda Jabar: Sikap Pahlawan yang Tidak Berebut Jabatan Patut Diteladani
Gubernur Jabar : Hargai Petani sebagai Pahlawan Pangan dengan Upah yang Layak
KDM: Pemprov dan Pemda se-Jabar Lindungi 1 Juta Pekerja Informal Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Mulai Hari Ini, ASN Jabar Terapkan WFH Setiap Kamis
Pemprov Jabar Perkuat Sinergi dengan Kejati Jabar

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:33 WIB

Tutup Posko Nataru 2025/2026, KAI Commuter Bandung Sukses Layani 1,2 Juta Pengguna dengan Tren Positif

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:19 WIB

Awal Tahun 2026 yang Semarak: KAI Commuter Wilayah 2 Bandung Layani 1 Juta Pengguna Selama Nataru

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:18 WIB

Sambut Malam Pergantian Tahun 2026, KAI Commuter 2 Bandung Perketat Pemeriksaan Barang dan Ingatkan Jadwal Kereta Terakhir

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:26 WIB

Antusiasme Warga Bandung Tinggi, KAI Commuter Tembus 75 Ribu Pengguna Jelang Pergantian Tahun 2026

Kamis, 25 Desember 2025 - 16:59 WIB

Semarak Natal 2025: KAI Commuter Bandung Layani 59.675 Ribu Pengguna, Pastikan Perjalanan Aman dan Khidmat

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:47 WIB

Jelang Natal, KAI Commuter Bandung Siap Layani Mobilitas Pengguna Menuju Pusat Ibadah dan Wisata Kota

Senin, 22 Desember 2025 - 19:09 WIB

Stasiun Bandung Menjadi Stasiun Dengan Pengguna Tertinggi Pada Angkutan Nataru 2025-2026

Senin, 22 Desember 2025 - 13:01 WIB

Optimistis Hadapi 2026, TRAVL Nilai Industri Travel Masih Punya Peluang Besar

Berita Terbaru